Skenario ‘Perubahan dan Perbedaan’

Standar

Sore itu di sebuah desa ecil yang bernama ‘ cikeruh ‘ terlihat 4 orang anak perempuan sedang bermain lompat tali dari karet – karet yang mereka rangkai sendiri, anak anak itu bernama Fiana, Isnaeni, Alma dan Lanti.

Alma :”  ya ! sekarang aku sama isna yang jaga “ seru alma

Lanti : “ Fiana duluan aja yang lompat, nanti udah itu lanti “ fiana pun dengan mudah melompatinya begitupun dengan lanti

Isnaeni  : “ tak heran kalau kalian menang, kalian kan lebih tinggi dari kita” permainan pun dimenangkan oleh Lanti dan Fiana, hampir setiap sore sebelum adzan magrib 4 anak perempuan ini bermain permaina tersebut di halaman sekolah yang tak jauh dari rumah mereka. Setelah adzan berkumandang biasanya mereka pergi ke pengajian untuk memperdalam ilmu agama mereka. Kebersamaan tidak terlihat setiap sore saja, namun setiap aktifitas mereka lakukan bersama – sama dari mulai mandi di sungai, wajar kalau mereka tidak merasa malukaarena mereka masih menduduki kelas 3 SD, berangkat sekolah, belajar dan bermain.

Mereka beraktifitas dan berperilaku sewajarnya anak – anka begitu pula dengan kehidupan di desa cikeruh yang asri, aman dan tentram.

Tapi pada suatu hari kebahagiaan itu harus berkurang karena salah satudari empat sahabat itu harus berkurang karena salah satu dari empat sahabat itu yaitu isnaeni harus meninggalkan desanya yang tercinta ke kota besar yaitu Jakarta dikarenakan tuntutan pekerjaan ayahnya, isnaeni pun berpamitan kepada 3 sahabatnya dan nenek kakeknya,

Isnaeni : “ nenek sama kakek jaga diri baik-baik yak, isna nanti pasti pulang menemui kalian” ucap isna,isna pun memeluk kake neneknya itu dengan mata yang berkaca-kaca

Fiana : “isna jangan pernah lupa sama kita,dan juga sama desa ini” seru fiana. Isna hanya menjawab dengan senyuman  tulus di bibirnya yg berartikan ia takaan pernah lupa dengan itu semua

Lanti : “ isna sampai kapan kamu diasana? Terus kpan kamu kesini lagi ( tanya lanti)

Isnaeni :”hmmm sepertinya lama,bertahun-tahun mungkin, tapi aku pasti kesini lagi” (jawab isna)

Alma : “aku Cuma mau pesen, isna harus nurut sama orang tua, juga jangan lupa latihan lompat tali”

Isnaeni :” iya, itu pasti…(seru isna)” , isnaeni beserta ayah dan ibunya pun segera menaiki bus diiringi lambaian tangan dari nenek,kakek,dan ketiga sahabatnya .

Sebenarny dia tak mau meinggalkan semua hal yang berharga baginya,tetapi dengan berat hati dia harus  ikut bersama kedua orang tuanya.langit sudah mulai gelap ,akhirnya mereka tiba di tempat tujuan ,pemandangan di kota sangat berbeda sekali dengan di desa,pada malam hari di kota banyak lampu berwarna-warni yang menerangi,membuat mata isnaeni selalu melihat-lihat kearah lampu tersebut.

Isnaeni :”ayah,disini indah dan ramai sekali “

Ayah :”ya,di kota walaupun pada malam hari orang-orang  mencari hiburan untuk melepas  penat      setelah seharian bekerja,itu sebabnya banyak lampu yang di pasang (jelas ayah)”,dengan penjelasan ayah tadi isnaeni mulai mengerti.

Ibu :”ayo kita pergi ke kontrakan,ini sudah larut   malam”.mereka pun pergi kerumah yang akan mereka tinggali untuk istirahat.

Sementara di desa ,alma lanti dan fiana bermain dan mengaji bersama tanpa isnaeni.isnaeni menjalani hari-harinya di kota dan mencoba untuk beradaptasi  dengan lingkungan sekitar karena kenyataannya keadaan di desa apabila di bandingakan dengan dengan di kota sangat jauh berbeda,di desa pada pagi hari biasanya isnaeni menghirup udara segar dan bersih juga mendengar suara-suara burung yang terbang.

Isnaeni :”udara di sini kurang enak dihirup,juga tidak ada burung yang terbang satu pun “

                              Isnaeni berusaha beradaptasi dengan keadaan di kota karena pada kenyataannya keadaan di kota sangat berbeda dengan di desa,

                              Waktu terus berjalan, tak terasa sudah tiga tahun isnaeni dan keluarganya berada di kota dan libur panjang pun akhirnya tiba.

Isnaeni : “ ayah kapan ita akan pulang ke desa ? “

Ibu  : “ iya yah, bener kata isna, sebaiknya kita pergi ke desa untuk menemui kakek dan nenek ini kan hari libur ?”

Ayah :”  iyah baiklah, ayah akan meminta izin kepada bos ayah “

                              Esok harinya mereka berangkat pagi pagi sekali ke desa, mereka menaiki mobil pribadi berwarna biru dan menuju ke desa cikeruh. Beberapajam kemudian mereka tiba di kampung halaman mereka. Kakek, nenek dan 3 sahabatnya sudah menunggu di depan rumah kakek dan nenek, tak lama kemudian isnaeni dan keluarganya keluar dari mobil tersebut.

Alma : “apakah benar ini isnaeni ?”

Isnaeni : “iya benar , emang kalian pikir siapa lagi ? “

Fiana : “ habisnya penampilan kamu berubah “

Lanti : “ iya, sekarang terlihat lebih cantik “

Kakek : “ sini cu, biar kakek bawa kopernya ke dalam rumah “

Ayah : “ tak usah kek, biar dia bawa sendiri saja, lagi pula itu kan tidak berat “ serua ayahy.

Kakek : “ baiklah, ayo cepat masuk ! “ ajak kakek.

Setelah sekian lama isna dan keluarganya berbincang bersama kakek dan nenek, isnaeni pun keluar

dan berbincang – bicang bersama teman – temannya di teras rumah nenek dan kakek’

Isnaeni : (menghirup udara dan melepaskannya ) “ wah ! ternyata udara disini tidak berubah ya, tetap sejuk”

Alma : “ ya, tapi disini sudah banyak perubahan, disini sudah ada listrik, televisi juga handphone “

Fiana : “ ya! Jadi kami sudah bisa menonton cartoon, menelpon, juga dirumah kami terang oleh lampu “

Lanti : “ ya betul itu, nih buktinya aku sudah punya handphone “ (sambil mengeluarkan handphone) miliknya)

Fiana dan Alma pun juga mengeluarkan handphone milik mereka, dan isnaeni pun mengeluarkan handphone miliknya.

Lanti : “ wah ini handphone atau papan ?, tipis sekali” Lanti, Alma dan Fiana sangat heran melihat handphone fiana yang tipis dan tidak memiliki tombol.

Alma : “ ya, kenapa tidak memiliki tombol, lalu bagaimana cara menggunakannya, bila yang ada hanya layar ? “

Isnaeni : “ Ini namanya handphone layar sentuh, kalian belum tahu ? padahal ini bukan keluaran baru”

Fiana : “ apa ? layar sentuh ? jadi, menggunakannya dengan cara disentuh begitu ? “

Isnaeni : “Yaps ! sini biar aku tunjukan bagaimana cara memakainya “ isnaeni pun mencoba menjelaskan lewat bermain game di handphone layar sentuhnya tersebut, sedangkan Fiana, Alma dan Lanti mengamati dengan seksama tanpa berkedip sekalpun.

Fiana : “wah, berbeda sekali dengan handphone kami yang tebal dan kurang menarik”

Isnaeni : “di handphone ini kalian juga bisa facebook-an, twitter-an, chatting dan lain – lain”

Alma : “hah ? apa itu facebook ? chatting ? istilah – istilah ini baru saja ku dengar “

Lanti : “ iya, apa sih semua itu ? pulang dari kota isna jadi aneh “

Isnaeni : “ aneh kalian bilang ? ah masa kalian tidak tahu, disini ada internet kan ? apa kalian belum pernah ke warnet ? “

Fiana : “ tidak, listrik saja baru ada 3 tahun yang lalu “

Isnaeni : “ oh begitu ya, maaf semestinya aku tidak membanding – bandingkan keadaan disini dengan keadaan di kota “

Alma : “ ya, tidak apa – apa, kami mengerti kamu harus beradaptasi kembali “

Isnaeni :  “terimakasih, yuk kita ke dalam, aku membawa laptopku, akan ku bagikan pengalam ku di kota ke kalian “

Lanti : “ hah ? laptop ?, apa itu laptop ? “

Isnaeni : “ayolah nanti aku jelaskan “ isnaeni menarik tangan lanti dan mengajak temannya yang tak henti melontarkan pertanyaan ke dalam dan mencoba memperkenalkan tiga sahabat nya itu pada kehidupan masa kini.

                              Mereka pun sampai di kamar isnaeni dan isnaeni pun mengeluarkan laptop dari tas nya dan duduk di karpet yang berada dikamarnya.

Isnaeni : “ nah ini yang namanya laptop ” ( sambil memperlihatkan laptopnya yang berwarna hitam itu )

Alma + Fiana + Lanti : “ooh “ jawab mereka serentak.

                              Isnaeni pun menyalakan laptopnya itu dan menjelaskan semua yang berhubungan dengan modernisasi pada tiga sahabatnya. Setelah semuanya mengerti, mereka pun meminta isnaeni untuk membuatkan mereka akun jejaring sosial seperti facebook dan twitter.
                              setelah puas bermain – main dengan teknologitersebut, mereka mencoba menghidupkan kembali masa kecil mereka dengan bermain permainan tradisional.

Isnaeni : “ jadi kita mau main apa ? aku sudah tidak abar “

Alma : “bagaimana kalau main congklak ? “

Fiana + Lanti : “ hayu !”

Isnaeni : “ eh, aku lupa permainan itu, yang lain saja boleh ?”

Alma : “baiklah, galah asin ? “ Isnaeni pun menggelengkan kepalanya

Lanti : “ Kalau begitu bola bekel ? “ isna un kembali menggelengkan kepalanya. Mereka pun terdiam sejenak

Fiana : “ aha ! kalau lompat tali bisa kan ? “

Isnaeni : “ bisa dong, kan isna inget pesan alma “ Alma pun tersenyum, dan mereka bermai lompat tali dengan diiringi tawa, dan ternyata Fiana dan Lanti yang menjadi pemenangnya.

                              Setelah puas bermain, mereka pun pulang untuk bersiap pergi ke pengajian. Saat sampai di pengajian, isna pun disambut baik oleh anak – anak pengajian dan juga gurunya. ‘baru tadi siang aku berada disini, tapi mereka sudah menganggaoku sebagai keluarga, hangat.. ya ! kehangatan yang kutemukan kembali setelah sekian lamanya menghilang ‘ ucap isnaeni di dalam hatinya.

                              Canda tawa dan kekeluargaan di dapati isnaeni disini, mereka saling melengkapi, isnaeni berbagi ilmu yang didapatkannya dikota kepada teman – temannya, dan alma, lanti dan fiana mengingatkan kembali kenangan – kenangan yang menyenangkan yang mungkin sudah terlupakan oleh isnaeni. Raut wajah bahagia tampak pada wajah isnaeni, di desa isnaeni merasakan kehangatan nyata dirumah asalnyadengan hidup sederhana tanpa adanya polusi, atau pun gemerlap lampu pada malam hari seperti di kota. Isnaeni menyadari bahwa dia lebih senang tinggal disini, dia pun berusaha membujuk kedua orang tuanya untuk mengijinkannya tinggal di desa lagi, dia berjanji akan menjadia anak yang baik dan mandiri dan yang pasti tidak menyusahkan dan bergantung pada nenek dan kakek dan akan selalu menuruti apa saja yang dikatakan oleh nenek dan kakek. Mendengar permintaan anaknya, ayah dan ibu mengijinkan Isnaeni untuk tinggal di desa bersama nenek dan kakek dalam pikiran mereka ‘ mengapa tidak, kalau itu membuat dia bahagia ?’. akhirnya isnaeni pun tinggal di desa bersama nenek dan kakek, tiga sahabatnya, dan juga orang – orang yang selalu menemaninya.

Iklan

About isna3424

@shfly3424 Yesung (김종운) + @ryeong9 Ryewook (김려욱) + @AllRiseSilver Eunhyuk (이혁재) + @henrylau89 Henry (헨리) = ♥♥♥♥ | 990514 |Proud To Be ELF| waiting... https://www.facebook.com/isnaa.yoonaa https://twitter.com/asrin3424

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s