Monthly Archives: November 2013

Cerpen : KESEHARIANKU

Standar

hai readers ! ketemu lagi sama aku nih. oh iya, ini ada cerpen yang aku buat untuk tugas bahasa undonesia. dibaca ya !!

Pagi ini sudah terlihat banyak orang sedang berjalan bahkan ada yang berlarian menuju lapangan, karena pagi ini akan segera diadakan upacara bendera dan mungkin ini yang pertama bagi para murid baru. Para murid pun berbaris di barisan kelasnya masing – masing termasuk aku dan para murid baru.

            Aku pun berbaris di barisan kelasku yaitu kelas IX-H, aku sangat senang bisa masuk kelas IX-H walaupun awalnya aku takut kalau nanti aku tidak punya teman dikelas. Upacara pun dimulai dan dilakasanakan dengan baik hingga selesai. Saat upacara selesai, semua murid kembali ke kelasnya masing – masing termasuk aku, aku dan teman satu kelas ku berjalan bersama menuju kelas yang kebetulan kelasku ini adalah kelas yang ekslusif, karena kelasku adalah satu – satunya kelas yang berada di lantai dua di sekolahku. Jadi kelas ku adalah kelas tertinggi, dan dari kelasku ini kita bisa melihat wilayah sekolahku, sekolah tetangga, dan juga pemandangan yang indah seperti gunung dan perbukitan.

            Tak terasa sudah 4 bulan aku menjadi kelas IX. Tapi aku merasa ini baru sebentar, mungkin karena aku menjalaninya dengan senang hati, jadi aku tidak merasa jenuh dikelas ini walaupun dikelas ini banyak orang – orang yang tidak setipe denganku.

            Suatu pagi aku dan teman dekat ku yaitu Fiana, Ineu, Alma, Della, dan Ria sedang mengobrol tentang suatu tugas, tiba – tiba datanglah temanku yang bernama Sifat dengan wajah yang berseri – seri dan dengan semangatnya dia mengucapakan kata “ hai semuaa ! assalamu’alaikum !! “ kami yang ada dikelas dengan serentak menjawab “ wa’alaikumsalam “ “ ada apa sih ? kayaknya kamu lagi seneng ya ? “ tanya della pada sifat “ iya dong, soalnya tadi aku ketemu sama anak kelas VII-J yang mirip member EXO, mukanya itu loh !! imut – imut gimanaa gitu “ aku pun langsung berkata “ oh pantesan keliatan seneng banget, emang mirip siapa sih ?” tanyaku penasaran,bagaimana aku tidak pensaran, EXO kan boyband favorit ku setelah Super Junior. sifat pun langsung menjawab “ mirip si Sehun” aku dengan semangat menjawab “ hah Sehun ?? jadi penasaran, jadi pengen lihat !! “ , aku semakin penasaran ingin segera melihat anak kelas VII-J yang katanya mirip sehun soalnya sehun itu adalah orang yang sangat aku idolakan. “ ya sudah nanti kalau aku bertemu dengannya akan ku beritahu “ katanya kepadaku “ baiklah” jawabku.

Tak terasa setelah kami mengobrol lumayan lama akhirnya bel pun berbunyi menandakan jam belajar sudah tiba. Pagi ini kami belajar IPS bersama Bu Ita, mata pelajaran ini adalah mata pelajaran yang sangat ku sukai dan gurunya juga menyenangkan, jadi aku selalu senang jika ada jadwal mata pelajaran IPS. Tak terasa bel istirahat pun berbunyi dan pelajaran ke dua pun selesai. Seperti biasa aku dan teman – temanku pergi ke kantin bersama, biasanya kami membeli jajanan yang sama, setelah kami jajan kami pun kembali ke kelas. Di halaman kelas kami duduk berkumpul dan memakan makanan yang tadi kami beli di kantin.

Bel masuk pun akhirnya berbunyi. Sekarang kami belajar pelajaran IPA, aku suka jika sedang belajar IPA soalnya gurunya sangat baik dan humoris di tambah materi yang beliau jelaskan selalu mudah dimengerti. Tak terasa bel pulang pun berbunyi. Aku dan teman sebangku ku yaitu Fiana pulang bersama, saat kami akan pulang kami merasa kehausan jadi kami memutuskan untuk membeli minuman dulu. Pada saat kami menunggu minuman kami yaitu jus alpukat, kami melihat seorang anak kelas VII yang sedang berjalan bersama teman – temanya aku pun langsung berbicara kepada Fiana “ bukankah itu adalah anak yang tadi pagi Sifat ceritakan ?” “ yang mana ? “ tanya Fiana kepadaku, “ yang itu tuh yang pake tas hitam terus ada abu – abunya “ jawabku menjelaskan, “ oh yang ditengah itu bukan ? “ tanya nya kembali, “ iya bener “jawabku kembali,  “ oh dia, dia kan satu tempat bimbel sama aku “ katanya menjelaskan “ oh ya ? kenapa kamu  tidak memberitahu ku, dia ganteng tau “ kataku, dia pun berkata “ kan akunya ga tau sehun yang mana, jadi aku ga tau kalo yang tadi Sifat omongin itu dia “ saat kami sedang membicarakan anak kelas VII itu, ibu – ibu yang jualan jus itu pun berkata “ duh yang lagi suka sama adik kelas“ kata ibu – ibu tersebut “ engga bu, hanya mengidolakan “ jawabku “ ibu juga dulu pernah suka sma adik kelas, sampai – sampai ibu sama temen ibu yang sama – sama suka sama adik kelas itu suka nungguin dia di gerbang sekolah untuk sekedar  ngobrol atau melihat saja  “kata ibu itu menjelaskan pengalamnnya, aku dan Fiana langsung bertanya “ hah ? beneran bu ? “ “ iya beneran” jawab ibu itu, aku an Fiana hanya tertawa mendengar apa yang ibu itu katakan. “udahlah – udah, nih jus nya “ kata ibu tersebut, aku dan Fiana pun mengmbil minuman itu dan membayarnya “ makasih ya bu “ jawab aku dan Fiana serentak. Kami pun menunggu angkot, saat angkot yang kami tunggu datang kami langsung masuk ke angkot tersebut, diangkot kami pun membicarakan  tentang yang tadi terjadi disekolah, tak terasa angkotnya sudah sampai ke tempat yang aku tuju. Aku pun turun dari angkot tersebut mendahului Fiana “ duluan ya “ kataku pada Fiana “ iya “ jawab Fiana sambil tersenyum.

Aku pun sampai dirumah, seperti biasa rumah ku selalu sepi, karena ibu ku masih bekerja dan adiku biasanya sedang bermain di rumah nenek ku yang kebetulan bersebelahan. Aku pun segera melaksanakan Shalat dzuhur, karena saat diangkot tadi adzan sudah berkumandang. Setelah shalat aku pun makan siang setelah itu aku membantu orang tua ku membereskan rumah., aku membuka laptop ku, seperti biasa aku akan mencari info – info terbaru tentang idolaku yaitu Super Junior dan EXO, saat aku mebuka twitter, aku teringat  pada anak kelas VII-J tadi, karena aku mempunyai teman di kelas VII-J yaitu Nabilah, aku kenal dengan Nabilah di jejaring sosial yaitu twitter karena dia juga sama-sama seorang ELF atau sebutan untuk orang – orang yang mengidolakan Super Junior setelah kami dekat di twitter , akhirnya kami juga dekat di sekolah, aku pun menanyakan anak kelas VII mirip Sehun itu kepada Nabilah, “ hai dek ! “ kataku pada Nabilah lewat twitter “ hai juga kak ! “ katanya “ dek, apa bener kalau di kelas kamu itu ada yang mirip Sehun EXO ?” tanyaku pada Nabilah, “ bener kak, bener banget ! “ aku pun dengan senangnya bertanya pada nabilah dari namanya siapa, dia dikelasnya bagaimana, sampai rumahnya dimana pun aku tanyakan pada Nabilah, maklum lah setelah aku melihat wajahnya aku lagsung mengidolakan anak kelas VII-J yang bernama Arfiansyah Sucitra itu. Setelah puas aku bertanya banyak hal tentang Arfiansyah atau yang sering di sebut Arfi  ke Nabilah, aku pun melanjutkan mencari info – info baru teng idolaku yaitu Super Junior dan EXO. Saat aku sedang mencari info, tiba – tiba terdengar suara adzan ashar, aku pun mematikan laptop ku dan segera melaksanakan hal yang wajib dilakukan oleh orang – orang islam, yaitu shalat. Setelah shalat akupun menonton drama korea kesukaan ku bersama ibu ku.

Keesokan hari nya seperti biasa jam 06.00 pagi aku pergi kesekolah bersama teman ku yang bernama Nadine , walaupun aku dan dia tidak satu sekolah, tapi aku sering berangkat bersama dengan temanku itu. Sesampainya di kelas, aku melihat kelas ini masih sepi baru ada tiga orang saja disini yaitu Rina, Hira dan Rama, mereka tidak terlalu akrab dengan ku, jadi jika aku datang dan baru melihat mereka aku hanya akan menanyakan ada pr apa saja. Sambil menunggu teman – teman yang dekat dengan ku, biasanya aku mebaca buku, menulis lirik lagu yang aku sukai  atau menulis cerpen yang tokohnya itu adalah orang – orang yang aku idolakan, misalnya personil Super Junior atau EXO, dan hasilnya aku akan tuliskan di blog ku. Saat aku sedang menulis lirik lagu kesukaan ku, tiba – tiba temanku yang bernama alma datang “ hey Isna, ada PR tidak ?”tanya nya padaku “ sepertinya tidak, oh iya kemarin aku lihat adik kelas yang ganteng itu loh, bener kata Sifat kalo dia itu emang imut “ Alma langsung bertanya “ oh ya ? ah jadi penasaran nih “ jawab Alma “ besok siang kan ada pentas seni, pasti anak kelas VII pada ke lokasi atas “ jawabku yakin “ ah bener tuh jadi aku bisa melihatnya “ kata Alma senang “ baiklah, besok siang kita barengan ya, liat si Arfi nya !! “ jawabku senang “ Arfi ? nama anak kelas VII nya Arfi bukan ?” tanya Alma kebingungan “iya” jawabku sambil tersenyum “ kamu tau dari mana ? “ jawab Alma yang masih kebingungan “dari anak kelas VII-J dong, kemarin aku tanyain semua tentang Arfi ke si Nabilah jadi aku tau “ “ pantesan “ jawab alma sambil tersenyum. Tak selang berapa lama datanglah teman – temanku yang lain yaitu Ineu, Fiana dan Ria. Kami pun bercanda sambil menunggu bel berbunyi.

                  Bel pulang pun berbunyi, tapi aku tidak segera pulang karena ada tugas kelompok yang diberikan oleh guru kesenian yaitu tugas membuat film, jadi aku dan teman sekelompok ku yang kebetulan adalah teman dekat ku, yaitu Alma, Della, Esa, Fiana, Fikri, Ine, Ria, dan Panji. Setelah selesai aku pun bermain air bersama mereka karena kebetulan saat itu sedang hujan. Kami pun pulang dengan baju yang basah, sampai – sampai Esa tidak memakai sepatunya melainkan malah menjinjing sepatunya.

                  Keesokan harinya, kami belajar seperti biasa, tapi saat selesai istirahat semua siswa pergi ke panggung yang berada di depan ruang tata usaha sekolahku, karena disekolah ku ini akan diadakan pentas seni atau sering disebut denga pensi. Saat pensi aku dan teman ku tidak sengaja bertemu dengan Arfi, ah aku langsung salah tingkah saat dia menatap mataku. Aku langsung saja mengalihkan perhatianku darinya. Aku dan Alma masih sibuk meperhatikan Arfi walaupun secara diam – diam dan ternyata alma juga menyukai Arfi, jadi aku ada teman sesama mengidolakan adik kelas itu.

                  Tak terasa waktu terus berjalan, aku dan Alma pun semakin tertarik dengan Arfi hampir setiap hari kami mengobrol tentang Arfi, apalagi waktu itu Fiana pernah mengatakan jika Arfi itu orangnya tidak pernah bisa jauh dari Al-Qur’an, soalnya pada saat dia sedang bimbel dia pernah bilang “ aku tidak bisa pulang tanpa Al- Qur’an” ah dia jadi semakin sempurna dimataku, soalnya kata Nabilah dia itu pinter di mata pelajaran matematika ditambah dia itu orang nya juga soleh, aku dan Alma semakin hari jadi semakin mengidolakannya. Setiap ada kesempatan untuk melihat Arfi, aku dan Alma selalu memperhatikan Arfi, walau pun secara diam – diam atu secara terang – terangan. Mungkin nanti jika aku lulus tidak ada lagi yang mengganggu anak itu seperti aku, ah aku jadi tidak yakin akan segera meninggalkan sekolah tercinta ku ini, karena di sekolah ini lah aku merasakan bagaimana serunya bersahabat, bagaimana serunya mengidolakan seseorang dan yang pasti di tempat ini lah aku banyak belajar sesuatu yang belum pernah ku duga sebelumnya, ya walau pun itu terkadang membuat ku pusing, tapi itu adalah kenangan yang tak mungkin ku lupakan.

 

Selesai ^^

Iklan

Skenario ‘Perubahan dan Perbedaan’

Standar

Sore itu di sebuah desa ecil yang bernama ‘ cikeruh ‘ terlihat 4 orang anak perempuan sedang bermain lompat tali dari karet – karet yang mereka rangkai sendiri, anak anak itu bernama Fiana, Isnaeni, Alma dan Lanti.

Alma :”  ya ! sekarang aku sama isna yang jaga “ seru alma

Lanti : “ Fiana duluan aja yang lompat, nanti udah itu lanti “ fiana pun dengan mudah melompatinya begitupun dengan lanti

Isnaeni  : “ tak heran kalau kalian menang, kalian kan lebih tinggi dari kita” permainan pun dimenangkan oleh Lanti dan Fiana, hampir setiap sore sebelum adzan magrib 4 anak perempuan ini bermain permaina tersebut di halaman sekolah yang tak jauh dari rumah mereka. Setelah adzan berkumandang biasanya mereka pergi ke pengajian untuk memperdalam ilmu agama mereka. Kebersamaan tidak terlihat setiap sore saja, namun setiap aktifitas mereka lakukan bersama – sama dari mulai mandi di sungai, wajar kalau mereka tidak merasa malukaarena mereka masih menduduki kelas 3 SD, berangkat sekolah, belajar dan bermain.

Mereka beraktifitas dan berperilaku sewajarnya anak – anka begitu pula dengan kehidupan di desa cikeruh yang asri, aman dan tentram.

Tapi pada suatu hari kebahagiaan itu harus berkurang karena salah satudari empat sahabat itu harus berkurang karena salah satu dari empat sahabat itu yaitu isnaeni harus meninggalkan desanya yang tercinta ke kota besar yaitu Jakarta dikarenakan tuntutan pekerjaan ayahnya, isnaeni pun berpamitan kepada 3 sahabatnya dan nenek kakeknya,

Isnaeni : “ nenek sama kakek jaga diri baik-baik yak, isna nanti pasti pulang menemui kalian” ucap isna,isna pun memeluk kake neneknya itu dengan mata yang berkaca-kaca

Fiana : “isna jangan pernah lupa sama kita,dan juga sama desa ini” seru fiana. Isna hanya menjawab dengan senyuman  tulus di bibirnya yg berartikan ia takaan pernah lupa dengan itu semua

Lanti : “ isna sampai kapan kamu diasana? Terus kpan kamu kesini lagi ( tanya lanti)

Isnaeni :”hmmm sepertinya lama,bertahun-tahun mungkin, tapi aku pasti kesini lagi” (jawab isna)

Alma : “aku Cuma mau pesen, isna harus nurut sama orang tua, juga jangan lupa latihan lompat tali”

Isnaeni :” iya, itu pasti…(seru isna)” , isnaeni beserta ayah dan ibunya pun segera menaiki bus diiringi lambaian tangan dari nenek,kakek,dan ketiga sahabatnya .

Sebenarny dia tak mau meinggalkan semua hal yang berharga baginya,tetapi dengan berat hati dia harus  ikut bersama kedua orang tuanya.langit sudah mulai gelap ,akhirnya mereka tiba di tempat tujuan ,pemandangan di kota sangat berbeda sekali dengan di desa,pada malam hari di kota banyak lampu berwarna-warni yang menerangi,membuat mata isnaeni selalu melihat-lihat kearah lampu tersebut.

Isnaeni :”ayah,disini indah dan ramai sekali “

Ayah :”ya,di kota walaupun pada malam hari orang-orang  mencari hiburan untuk melepas  penat      setelah seharian bekerja,itu sebabnya banyak lampu yang di pasang (jelas ayah)”,dengan penjelasan ayah tadi isnaeni mulai mengerti.

Ibu :”ayo kita pergi ke kontrakan,ini sudah larut   malam”.mereka pun pergi kerumah yang akan mereka tinggali untuk istirahat.

Sementara di desa ,alma lanti dan fiana bermain dan mengaji bersama tanpa isnaeni.isnaeni menjalani hari-harinya di kota dan mencoba untuk beradaptasi  dengan lingkungan sekitar karena kenyataannya keadaan di desa apabila di bandingakan dengan dengan di kota sangat jauh berbeda,di desa pada pagi hari biasanya isnaeni menghirup udara segar dan bersih juga mendengar suara-suara burung yang terbang.

Isnaeni :”udara di sini kurang enak dihirup,juga tidak ada burung yang terbang satu pun “

                              Isnaeni berusaha beradaptasi dengan keadaan di kota karena pada kenyataannya keadaan di kota sangat berbeda dengan di desa,

                              Waktu terus berjalan, tak terasa sudah tiga tahun isnaeni dan keluarganya berada di kota dan libur panjang pun akhirnya tiba.

Isnaeni : “ ayah kapan ita akan pulang ke desa ? “

Ibu  : “ iya yah, bener kata isna, sebaiknya kita pergi ke desa untuk menemui kakek dan nenek ini kan hari libur ?”

Ayah :”  iyah baiklah, ayah akan meminta izin kepada bos ayah “

                              Esok harinya mereka berangkat pagi pagi sekali ke desa, mereka menaiki mobil pribadi berwarna biru dan menuju ke desa cikeruh. Beberapajam kemudian mereka tiba di kampung halaman mereka. Kakek, nenek dan 3 sahabatnya sudah menunggu di depan rumah kakek dan nenek, tak lama kemudian isnaeni dan keluarganya keluar dari mobil tersebut.

Alma : “apakah benar ini isnaeni ?”

Isnaeni : “iya benar , emang kalian pikir siapa lagi ? “

Fiana : “ habisnya penampilan kamu berubah “

Lanti : “ iya, sekarang terlihat lebih cantik “

Kakek : “ sini cu, biar kakek bawa kopernya ke dalam rumah “

Ayah : “ tak usah kek, biar dia bawa sendiri saja, lagi pula itu kan tidak berat “ serua ayahy.

Kakek : “ baiklah, ayo cepat masuk ! “ ajak kakek.

Setelah sekian lama isna dan keluarganya berbincang bersama kakek dan nenek, isnaeni pun keluar

dan berbincang – bicang bersama teman – temannya di teras rumah nenek dan kakek’

Isnaeni : (menghirup udara dan melepaskannya ) “ wah ! ternyata udara disini tidak berubah ya, tetap sejuk”

Alma : “ ya, tapi disini sudah banyak perubahan, disini sudah ada listrik, televisi juga handphone “

Fiana : “ ya! Jadi kami sudah bisa menonton cartoon, menelpon, juga dirumah kami terang oleh lampu “

Lanti : “ ya betul itu, nih buktinya aku sudah punya handphone “ (sambil mengeluarkan handphone) miliknya)

Fiana dan Alma pun juga mengeluarkan handphone milik mereka, dan isnaeni pun mengeluarkan handphone miliknya.

Lanti : “ wah ini handphone atau papan ?, tipis sekali” Lanti, Alma dan Fiana sangat heran melihat handphone fiana yang tipis dan tidak memiliki tombol.

Alma : “ ya, kenapa tidak memiliki tombol, lalu bagaimana cara menggunakannya, bila yang ada hanya layar ? “

Isnaeni : “ Ini namanya handphone layar sentuh, kalian belum tahu ? padahal ini bukan keluaran baru”

Fiana : “ apa ? layar sentuh ? jadi, menggunakannya dengan cara disentuh begitu ? “

Isnaeni : “Yaps ! sini biar aku tunjukan bagaimana cara memakainya “ isnaeni pun mencoba menjelaskan lewat bermain game di handphone layar sentuhnya tersebut, sedangkan Fiana, Alma dan Lanti mengamati dengan seksama tanpa berkedip sekalpun.

Fiana : “wah, berbeda sekali dengan handphone kami yang tebal dan kurang menarik”

Isnaeni : “di handphone ini kalian juga bisa facebook-an, twitter-an, chatting dan lain – lain”

Alma : “hah ? apa itu facebook ? chatting ? istilah – istilah ini baru saja ku dengar “

Lanti : “ iya, apa sih semua itu ? pulang dari kota isna jadi aneh “

Isnaeni : “ aneh kalian bilang ? ah masa kalian tidak tahu, disini ada internet kan ? apa kalian belum pernah ke warnet ? “

Fiana : “ tidak, listrik saja baru ada 3 tahun yang lalu “

Isnaeni : “ oh begitu ya, maaf semestinya aku tidak membanding – bandingkan keadaan disini dengan keadaan di kota “

Alma : “ ya, tidak apa – apa, kami mengerti kamu harus beradaptasi kembali “

Isnaeni :  “terimakasih, yuk kita ke dalam, aku membawa laptopku, akan ku bagikan pengalam ku di kota ke kalian “

Lanti : “ hah ? laptop ?, apa itu laptop ? “

Isnaeni : “ayolah nanti aku jelaskan “ isnaeni menarik tangan lanti dan mengajak temannya yang tak henti melontarkan pertanyaan ke dalam dan mencoba memperkenalkan tiga sahabat nya itu pada kehidupan masa kini.

                              Mereka pun sampai di kamar isnaeni dan isnaeni pun mengeluarkan laptop dari tas nya dan duduk di karpet yang berada dikamarnya.

Isnaeni : “ nah ini yang namanya laptop ” ( sambil memperlihatkan laptopnya yang berwarna hitam itu )

Alma + Fiana + Lanti : “ooh “ jawab mereka serentak.

                              Isnaeni pun menyalakan laptopnya itu dan menjelaskan semua yang berhubungan dengan modernisasi pada tiga sahabatnya. Setelah semuanya mengerti, mereka pun meminta isnaeni untuk membuatkan mereka akun jejaring sosial seperti facebook dan twitter.
                              setelah puas bermain – main dengan teknologitersebut, mereka mencoba menghidupkan kembali masa kecil mereka dengan bermain permainan tradisional.

Isnaeni : “ jadi kita mau main apa ? aku sudah tidak abar “

Alma : “bagaimana kalau main congklak ? “

Fiana + Lanti : “ hayu !”

Isnaeni : “ eh, aku lupa permainan itu, yang lain saja boleh ?”

Alma : “baiklah, galah asin ? “ Isnaeni pun menggelengkan kepalanya

Lanti : “ Kalau begitu bola bekel ? “ isna un kembali menggelengkan kepalanya. Mereka pun terdiam sejenak

Fiana : “ aha ! kalau lompat tali bisa kan ? “

Isnaeni : “ bisa dong, kan isna inget pesan alma “ Alma pun tersenyum, dan mereka bermai lompat tali dengan diiringi tawa, dan ternyata Fiana dan Lanti yang menjadi pemenangnya.

                              Setelah puas bermain, mereka pun pulang untuk bersiap pergi ke pengajian. Saat sampai di pengajian, isna pun disambut baik oleh anak – anak pengajian dan juga gurunya. ‘baru tadi siang aku berada disini, tapi mereka sudah menganggaoku sebagai keluarga, hangat.. ya ! kehangatan yang kutemukan kembali setelah sekian lamanya menghilang ‘ ucap isnaeni di dalam hatinya.

                              Canda tawa dan kekeluargaan di dapati isnaeni disini, mereka saling melengkapi, isnaeni berbagi ilmu yang didapatkannya dikota kepada teman – temannya, dan alma, lanti dan fiana mengingatkan kembali kenangan – kenangan yang menyenangkan yang mungkin sudah terlupakan oleh isnaeni. Raut wajah bahagia tampak pada wajah isnaeni, di desa isnaeni merasakan kehangatan nyata dirumah asalnyadengan hidup sederhana tanpa adanya polusi, atau pun gemerlap lampu pada malam hari seperti di kota. Isnaeni menyadari bahwa dia lebih senang tinggal disini, dia pun berusaha membujuk kedua orang tuanya untuk mengijinkannya tinggal di desa lagi, dia berjanji akan menjadia anak yang baik dan mandiri dan yang pasti tidak menyusahkan dan bergantung pada nenek dan kakek dan akan selalu menuruti apa saja yang dikatakan oleh nenek dan kakek. Mendengar permintaan anaknya, ayah dan ibu mengijinkan Isnaeni untuk tinggal di desa bersama nenek dan kakek dalam pikiran mereka ‘ mengapa tidak, kalau itu membuat dia bahagia ?’. akhirnya isnaeni pun tinggal di desa bersama nenek dan kakek, tiga sahabatnya, dan juga orang – orang yang selalu menemaninya.

Super Junior, Super Show 5 in Malaysia – From 131124

Standar

Compilation: 131123슈퍼주니어 “World Tour, SUPER SHOW 5” Malaysia

November 23rd 2013 marked a memorable day for all Malaysian ELFs as the long awaited Super Show 5 was finally happening in the Putra Indoor Stadium. What made this concert more special from the previous Super Shows held in Malaysia was the return of Heechul to Super Show, who just completed his national military service recently and the joining of both Henry and Zhoumi from Super Junior-M. The stage work for Super Show 5 began last Sunday, with most concert equipments and machineries shipped from abroad and took over a month to complete. The total stage production was said to cost approximately RM1.65 million.

131124_SS5MalaysiaNews1

Lihat pos aslinya 707 kata lagi

131123 Super Show 5 Malaysia with Eunhyuk [4P]

Standar

Compilation: 131123슈퍼주니어 “World Tour, SUPER SHOW 5” Malaysia

Credit: 에이스혁재바 | Photo: @Rachel8823 | Edit: 珉诺
Reupload and Posted by: reneee (www.sup3rjunior.com)
DO NOT CUT THE LOGO OR MODIFY THE PICTURES.
TAKE OUT WITH FULL AND PROPER CREDITS. DO NOT HOTLINK.
Please credit ‘SUP3JUNIOR.WORDPRESS.COM’ as well. Thank you.

131123 ss5kl eunhyuk (1)

131123 ss5kl eunhyuk (2)

131123 ss5kl eunhyuk (3)

131123 ss5kl eunhyuk (4)

Lihat pos aslinya

131123 Super Show 5 Malaysia with Super Junior | Part 6 [13P]

Standar

Compilation: 131123슈퍼주니어 “World Tour, SUPER SHOW 5” Malaysia

Credit: Dee 希혁 ‏@heedeectator
Reupload and Posted by: uksujusid (www.sup3rjunior.com)

TAKE OUT WITH FULL & PROPER CREDITS.
DO NOT HOTLINK, MODIFY OR CUT THE LOGO OF THE PICTURES.
Please credit ‘SUP3RJUNIOR.WORDPRESS.COM’ as well. Thank you.

Lihat pos aslinya